Sekolah Kebangsaan, Pahami dan Hormati Kesucian Agama Islam

Kulon Progo (KUB) – Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII) mengadakan Sekolah Kebangsaan 1 dengan tema Memahami dan Menghormati Kesucian Agama Islam di Pondok Pesantren An Nadwah, Bendungan, Wates, Jumat (19/2/2021).

Para peserta Sekolah Kebangsaan 1 berasal dari Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) yang mewakili pemuda komunitas agama-agama di Kulon Progo. Sekolah Kebangsaan 1 dengan konsep dialog dan melihat langsung simbol dan tempat suci umat Islam membuat peserta memahami simbol, ajaran dan tempat suci umat Islam.

Pengasuh Pondok Pesantren An Nadwah Gus Muktaf Ajib sebagai pembicara mengungkapkan ada 3 kategori utama kesucian agama Islam, yaitu tokoh agama, ajaran dan praktik agama, serta fasilitas keagamaan atau peribadatan. Bagi umat Islam, Nabi Muhammad SAW sangat dihormati dan tidak boleh digambar atau diserupakan. Jika ada yang menyerupakan Nabi Muhammad SAW maka akan menimbulkan kemarahan umat Islam.

Kitab Suci Al Qur’an juga sangat dihormati, bahkan cara membawa dan menyimpannya pun sangat terhormat. Jika ada yang mempermainkan Kitab Suci Al Qur’an maka akan membuat umat Islam marah. Sarana peribadatan seperti masjid dan praktik peribadatan seperti shalat menghadap ke Ka’bah juga bagian dari ajaran suci yang perlu dihormati umat agama lain.

Para peserta setelah mendapat pemahaman mengenai simbol dan ajaran suci umat Islam diajak berkeliling melihat suasana pesantren, mushola dan ditunjukkan buku tafsir Al Qur’an serta pendapat para ulama.

Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Drs. H. Moh Mustolih yang hadir menyampaikan pesan kepada para peserta. “Dengan memahami ajaran agama masing-masing dan agama orang lain membuat kita bersikap bijak serta menghormati ajaran agama umat lain,” tuturnya.

Ia berharap Sekolah Kebangsaan ini bisa dilanjutkan karena sangat baik bagi hubungan umat beragama.

AKP Antu Nugrahanto dari Kepolisian Resort Kulon Progo yang hadir dalam Sekolah Kebangsaan mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ada kesinambungannya. Sementara  Mudopati Purbohandowo dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kulon Progo menyampaikan harapannya agar pemuda lintas agama bisa menyebarkan benih kerukunan ke komunitas agamanya masing-masing. Sehingga cita-cita Pemerintah Kabupaten mewujudkan Kulon Progo sebagai kota toleran senantiasa terwujud. (her/abi).

Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

Tinggalkan Balasan