FKUB dan Tokoh Agama Ikuti Pelatihan Mediasi Konflik Keagamaan

Sleman (FKUBKP) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama para tokoh agama dan penyuluh agama Kulon Progo mengikuti pelatihan mediasi konflik keagamaan yang diselenggarakan atas kerjasama FKUB Kulon Progo, PUSAD Paramadina, dan PUSHAM UII di Hotel Cakra Kembang, Sleman, Yogyakarta. Pelatihan ini dilaksanakan selama empat hari, Senin-Kamis (22-25/2/2021).

Ketua FKUB Kulon Progo, Agung Mabruri Asrori menyebutkan bahwa para peserta yang hadir mewakili umat beragama di Bumi Menoreh. Beberapa peserta yang hadir berada di wilayah Pegunungan yang dilewati proyek bedah Menoreh. Maka kehadiran para tokoh agama dalam pelatihan ini sangat penting.

Direktur PUSAD Paramadina, Ihsan Ali Fauzi menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya tugas Pemerintah Daerah, tetapi juga tugas masyarakat dan tokoh agama. “Kegiatan pelatihan ini merupakan upaya untuk saling mendukung dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kulon Progo,” tegasnya.

Sedangkan Direktur Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Dr. Nifasri mengungkapkan para peserta pelatihan mediasi konflik keagamaan sangat dibutuhkan perannya membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan umat beragama. Maka ikuti pelatihan ini dengan baik.

Sementara itu Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana mewakili Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2020 tentang Pendirian Rumah Ibadat dan Tempat Ibadat di Kulon Progo. “Perbup ini memberikan kepastian hukum bagi pendirian rumah ibadat di Kulon Progo. Semua umat beragama memiliki hak yang sama dalam mendirikan rumah ibadat dan tempat ibadat di Kulon Progo,” ujar Fajar Gegana.

“Perbup No. 52 Tahun 2020 mensyaratkan adanya pendataan rumah ibadat dan tempat ibadat. Nantinya rumah ibadat dan tempat ibadat akan mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Untuk itu, diharapkan para tokoh agama ikut membantu pendataannya dan menyosialisasikan Perbub ini ke umatnya masing-masing,” imbuh Wabup.

“Kegiatan mediasi konflik keagamaan yang diselenggarakan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas anggota FKUB dan tokoh agama dalam mengelola konflik keagamaan di Kulon Progo. Melalui kegiatan ini harapannya para peserta bisa membantu pemerintah kabupaten mewujudkan masyarakat yang hidup guyub rukun dan berdampingan secara damai, aman, tentram menyongsong kejayaan Kulon Progo,” pungkasnya. (agg/abi).

Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

Tinggalkan Balasan