Entry Meeting Penilaian WBK, Kakan Ahmad Fauzi Paparkan Program Prioritas

Kulon Progo (Kankemenag) – Berbagai program prioritas telah dilakukan oleh Kankemenag Kulon Progo dalam rangka Pembangunan Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi (ZI-RB) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Beberapa capaian juga sudah berhasil diraih. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H. Ahmad Fauzi, S.H. menyampaikan hal itu dalam Entry Meeting Penilaian Pendahuluan Pilot Project WBK di Aula Riptaloka kantor setempat, Selasa (26/1/2021) siang. Kegiatan Entry Meeting tersebut digelar secara daring oleh Biro Ortala Kemenag RI.

“Berbagai program prioritas Kankemenag Kulon Progo antara lain: Akselerasi Reformasi Birokrasi, Ketahanan Keluarga, Pemberdayaan Pendidikan Madrasah, Agama dan Keagamaan, Peningkatan Kualitas Beragama dan Kerukunan Umat Beragama, serta Sinergitas Agama dan Budaya,” ungkap Fauzi.

Ahmad Fauzi juga melaporkan bahwa untuk penilaian mandiri ZI-RB di instansinya tahun 2017 mencapai 86,56, 2018 sebesar 87,81, 2019 menjadi 86,4, dan tahun 2020 memperoleh 91,11. “Untuk area Managemen Perubahan telah terbentuk tim kerja dengan prosedur dan mekanisme yang jelas, tersedianya rencana kerja menggambarkan target prioritas yang relevan dengan pembangunan ZI, telah dilakukan pemantauan dan evaluasi pembagunan WBK dan WBBM sesuai rencana dan ada tindaklanjut hasil monev. Selain itu, pimpinan menjadi role model sekaligus penggerak pembangunan WBK dan WBBM, serta implementasi 5 nilai Budaya Kerja Kemenag,” imbuhnya.

Fauzi juga melaporkan bahwa Kankemenag Kulon Progo telah berhasil membuat hattric dengan tiga tahun berturut-turut (2018, 2019, 2020) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai Pelaksana Anggaran Terbaik Pertama di Kabupaten Kulon Progo.

Selanjutnya Pengelolaan Tata Laksana menurut Fauzi, instansinya telah menggunakan SOP dan e-Office. Peningkatan kualitas SDM dilakukan dengan Bimtek Front Office, serta TIK untuk pegawai di Kankemenag, KUA, maupun madrasah.

Sedangkan untuk Peningkatan Layanan Publik, Kankemenag Kulon Progo mempunyai program Tarji Mapan (Pendaftaran Haji Masa Pandemi). Layanan pendaftaran, pembatalan, penggabungan, dan usul usia lanjut bisa dilayani melalui Whatsapp sebagai aplikasi yang bisa menjangkau sebagian besar wilayah Kulon Progo. “Kankemenag Kulon Progo juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan program Kado Nikah. Di mana jika persyaratan sudah lengkap, usai pernikahan bisa langsung mendapatkan 9 dokumen meliputi 2 Buku Nikah, 1 Kartu Nikah, 1 Pakta Kesalingan, 2 KTP mempelai dan 3 Kartu Keluarga baru,” terang Kakan.

“Selain itu, Kankemenag Kulon Progo juga melakukan pembinaan program MAN de Motefa (Madrasah Aliyah Negeri dengan Modified Teaching Factory). MAN 2 Kulon Progo melaksanakan program ini untuk menciptakan madrasah Technopreneur. Program ini telah berhasil meraih predikat Top 45 Inovasi Layanan Publik dari KemenPAN-RB,” lanjutnya.

Kankemenag Kulon Progo juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat dalam pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter melalui program Pendekarku. “Kami akan terus berusaha untuk meningkatkan kinerja agar lebih baik lagi,” pungkas Kakan.

Dari paparan tersebut Tim Penilai Internal yang diketuai oleh Ahmad Gufron memberikan masukan untuk melengkapi evidence-evidence yang telah dikirim agar lebih komplit lagi. Hal itu untuk meningkatkan nilai dari Kankemenag Kulon Progo agar layak dimajukan ke penilaian selanjutnya. Kemudian tambahan berkas tersebut terakhir diterima tim penilai paling lambat Rabu (3/2/2021). Tim penilai juga berharap agar Kankemenag Kulon Progo berkordinasi dengan Kanwil Kemenag DIY untuk bisa melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan.

Sementara itu Kepala Biro Ortala Kemenag RI, Priyono, S.Pd. M.Pd.  dalam sambutannya mengatakan bahwa Grand Design Reformasi  menuntut untuk terus berpacu dalam pelaksanaannya. “Harapannya tahun 2024 sudah selesai Reformasi Birokrasi, dan tahun 2025 sudah menjadi Birokrasi Kelas Dunia,” ujarnya.

“Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kemenag, Kanwil, hingga Kankemenag akan terus kami kawal. Kekurangan itu memang terus ada. Namun jangan khawatir, karena akan ada pendampingan. Ini adalah penilaian awal, evidence masih bisa terus ditambah. Yang terpenting adalah integritas kita untuk melaksanakannya,” pungkas Priyono. (abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

Tinggalkan Balasan