MIM Kenteng Ikuti Penguatan Silaturahmi dan Pemantapan Pelatih Hizbul Wathan

Kulon Progo (MIM Kenteng) – Dalam rangka mengupdate kembali rasa tangung jawab sebagai pelatih Hizbul Wathan di setiap Qobilah dari SD/MI, Mts/SMP hingga SMA/MA, maka Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Kulon Progo mengadakan acara silaturahmi dan pemantapan pelatih yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Wates pada Sabtu (24/10/2020).

Kegiatan berlangsung 2 sesi, yaitu sesi pembukaan dan sesi materi. Pesertanya berasal dari PDM Kulon Progo, Kwartir Daerah Kulon Progo, HW Wreda Kulon Progo, Anggota Dewan Sugli, dan para Pelatih dari Qobilah dari SD/MI, SMP/MTs HW se-Kulon Progo. Lagu Indonesia raya sebagai pembuka, Mars Muhammadiyah, dan ditutup dengan lagu Mars Hizbul Wathan.

Ketua Kwarda HW Kulon Progo, Ramanda Agus Wiratno merasa bangga terhadap para pelatih muda dari tiap qobilah yang sudah berkenan hadir dalam pemantapan ini.
“Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, kita sebagai pelatih HW wajib untuk melatih diri guna mengupdate kompetensi keilmuan HW, tetap patuhi protokol kesehatan di manapun berada. Jangan berhenti total kegiatan kepanduan untuk anak-anak. Supaya anak-anak juga tidak lupa dengan HW. Kegiatan HW untuk anak-anak didik juga tetap perlu disampaikan dengan pembelajaran online, melalui zoom meeting, google meet, WA group, dan lain sebagainya,” ungkap Agus Wiranto.

“Madrasah sangat menyambut baik acara pemantapan pelatih Hizbul Wathan ini. Kami mendelegasikan 2 guru dari MIM Kenteng yaitu Rudiyanto,S.Pd.I dan Rizco Ardian Saputro,S.Pd. Keduanya adalah guru pendamping dalam ekstrakurikuler wajib di madrasah. Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kadar keilmuan dan kreativitas dalam kepanduan Hizbul Wathan bagi pembelajaran anak didik tentunya,” ungkap Kepala MIM Kenteng Rujito, S.Pd.I., M.Pd.

Sementara itu Ramanda Subandi menjelaskan tentang Hizbul Wathan. “HW lahir pada 1918, dulu pandu HW punya ciri khas, yaitu selalu mengedapankan rasa cinta terhadap sesama. Pandu Hizbul Wathan cinta negeri, disiplin jadi prioritas utama, berani, serta percaya diri, dan tangguh. Ibarat angin, air, matahari, tanah semuanya jadi sahabatku. Kegiaan HW tidak hanya sekedar formalitas dan tidak terlepas dari motivasi religius /agama keIslaman, saling membantu satu sama lain dengan prinsip gotong royong, seperti Jendral Sudirman dan Ir Soekarno sang tokoh pandu HW Indonesia,” ungkap Ramanda Subandi.

Pelatihan dan pemantapan pelatih ditutup dengan materi HW yang menyenangkan dari Ramanda Muhammad Ibrozi. “Refresing kepanduan HW itu sangat dibutuhkan, bisa menggunakan bola, balon, dan lain-lain. HW itu wajib mendalami tentang Islam baik akidah, ibadah, dan muamalah. HW itu membentuk karakter anak didik kita, jadi harus dengan jelas penyampaiannya dan jujur kuncinya. Banyak lagu-lagu HW yang menyenangkan untuk dipelajari,” jelas Ramanda Muhammad Ibrozi di ruang utama pelatihan. (ras/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

Tinggalkan Balasan