Memaknai Hari Santri Nasional Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan manusia dalam segala bidang, termasuk pendidikan. Pendidikan yang semula berjalan bertahun-tahun dengan model tatap muka, kini mengalami perubahan drastis. Hanya beberapa sekolah atau pondok pesantren yang dapat melaksanakan pendidikan tatap muka.

MI Ma’arif Sendang juga mengadakan pembelajaran jarak jauh, kecuali siswa kelas 1. Siswa kelas 1 mengadakan pembelajaran tatap muka hanya 3 kali dalam seminggu, dengan 2 shift, dan tetap mematuhi protokoler kesehatan. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan dalam rangka menuntaskan kemampuan baca tulis hitung siswa saja. Pembelajaran lain tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh .

Tanggal 22 Oktober adalah Hari Santri Nasional. Sudah menjadi tradisi, selalu diadakan Upacara Hari Santri Nasional di seluruh pelosok tanah air, termasuk di Kabupaten Kulon Progo. Peringatan Hari Santri Nasioanal Kabupaten Kulon Progo biasanya dipusatkan di Alun-Alun Wates. Namun pandemi Covid-19 merubah peringatan Hari Santri Nasional. Kini Peringatan Hari Santri Nasional dilaksanakan secara Virtual.

Terlepas dari seperti apa bentuk peringatan Hari Santri Nasional, yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai Hari Santri Nasioanl. Mari kita melanjutkan estafet perjuangan Ulama’, Kyai, dan para Santri dalam mensyiarkan ajaran agama Islam di tanah air, bahkan di penjuru dunia.

Kita juga mendoakan, semoga Para Kyai, Ulama, dan para Santri yang telah gugur memperjuangkan, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan, dan berdakwah mensyiarkan agama Islam, semoga ditempatkan di surga Allah SWT, Aamiiiin.

Sebagai orangtua, pendidik, maupun Da’i, mari kita tanamkan ajaran agama Islam yang kokoh pada putra-putri kita. Bagi siswa yang berada di pondok pesantren, tetaplah semangat dalam menuntut ilmu, beribadah, dan beramal shalih. Namun Bagi siswa yang belajar jarak jauh, jadikan rumah sebagai pesantren home schooling, di mana guru mengarahkan kegiatan ibadah siswa di rumah, orangtua sebagai ustadz/ustadzahnya.

Teringat pesan WhatsApp dari Kepala Madrasah, Kasmad Rifangi, M.Pd.I. yang intinya mengingatkan bahwa dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, semua siswa memakai baju koko. Peringatan Hari Santri Nasional bagi siswa –siswi MI Ma’arif Sendang, dengan memakai baju koko, beribadah dan mengaji dari rumah.

Sebagai seorang guru, secara rutin selalu mewajibkan siswa melaksanakan ibadah di rumah, dengan bimbingan orangtua, misalnya mengaji dan melaksanakan shalat dhuha secara rutin. Hal ini sebagai upaya penanaman pendidikan karakter religius masa pandemi Covid-19, di mana masa sebelumnya dilaksanakan secara rutin di sekolah. Selamat Hari Santri Nasional 2020 !

Penulis: Hanik Mardhiyatin, S.Ag.

Guru MI Ma’arif Sendang

 

Tinggalkan Balasan