Guru MTsN 6 Kulon Progo Serahkan Buku Nada-nada Cinta Kepada Orang Istimewa

Kulon Progo (MTsN6KP) – Guru Seni Budaya MTsN 6 Kulon Progo, Sutanto terus mengasah kemampuannya dalam bidang literasi. Setelah beberapa bulan bergabung dengan Komunitas Yuk Menulis (KYM) pimpinan Vitriya Mardiyati, dirinya berhasil melahirkan buku solo yang kedua berupa Kumpulan 52 Puisi yang bertitel Nada-nada Cinta.

Untuk menebar budaya menulis, buku tersebut diberikan kepada orang-orang istimewa yakni sahabatnya, seorang seniman tradisi pimpinan acapela Mataraman Pardiman Joyonegoro di rumahnya Bangunjiwo Kasihan Bantul, Selasa (20/10/2020) dan sastrawan jawa Akhir Lusono di Cepuri Parangkusumo, Ahad (25/10/2020).

Pardiman menyebut buku karya Sutanto tersebut sebagai Monumen Cinta Sepasang Bintang Kelas, karena berisi kisah perjalanan cinta sahabatnya semasa SMP sampai memasuki jenjang pernikahan. “Bermula dari kerling mata yang mencurigakan, dari sahabat meja sebelah. Ternyata kerlingan itu untuk temanku sebangku. Waktu berjalan, semakin hari semakin aku tahu bahwa cinta suci semakin bersemi. Lewat jalinan puisi cinta, sepasang bintang kelas merenda jalinan rasa. Cinta tulus suci itu, kini berubah dari satu kelas menjadi satu atap, dalam maghligai rumah tangga,” ungkap Pardiman.

Seniman yang sudah menjelajah di berbagai negara ini mengapresiasi atas lahirnya buku tersebut. Dirinya terinspirasi dengan jalan hidup Sutanto yang menggeluti literasi di samping tugas pokoknya sebagai pendidik.

Saat menerima buku dari Sutanto di Cepuri Parangkusumo, Akhir Lusono sedang perform, membaca gurit dalam rangka memperingati ulangtahunnya yang ke-50. Dengan berpakaian Satria Panenggak Pandawa Raden Werkudara, pria yang juga seorang presenter TV, pengelola radio dan juga youtuber ini menerima buku dengan gembira.
“Alhamdulillah saat saya memperingati ulangtahun, mendapat kado istimewa berupa buku kumpulan puisi. Pak Tanto sudah cukup lama saya kenal, terutama saya berkomunikasi searah dengan tulisan beliau yang bertebaran di media massa. Karena untuk bertemu langsung rasanya cukup sulit. Bukan karena beliau cukup sulit ditemui. Namun karena kesibukan kami masing masing. Melalui tulisan-tulisannya yang mencerahkan dengan berbagai kisah juga laporan-laporannya yang sangat menarik. Hampir seluruh kegiatan dipublikasikan,” ujarnya. (tan/abi).

Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19

Tinggalkan Balasan