MUSERA Tumbuhkan Karakter Toleransi Lewat Olahan Singkong

Kulon Progo (MUSERA) – Dinamisnya perkembangan zaman dan teknologi menuntut adanya perubahan pendidikan yang mampu membangun generasi lebih baik. Hal itu dibentuk dengan adanya sistem pembelajaran abad 21. Empat macam pokok elemen pembelajaran abad 21 tersebut yaitu Creativity and Innovation (Kreativitas dan inovasi), Collaboration (kerja sama), Communication (Komunikasi), dan Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis). Dalam mendukung terciptanya pembelajaran abad 21 di masa pandemi Covid-19, siswa kelas IV MI Muhammadiyah Serangrejo melakukan kegiatan berkreasi membuat makanan dari singkong pada Selasa (29/9/2020). Kreasi membuat makanan dari singkong juga bertujuan sebagai kegiatan refreshing bagi anak setelah melaksanakan PTS minggu lalu.

Pembuatan kreasi makanan dari singkong tersebut dilakukan di rumah masing-masing. Pada tema 1 materi sebelumnya, siswa telah mempelajari materi tentang keragaman budaya bangsa, yang salah satunya diwujudkan dalam bentuk makanan tradisional.

Guru kelas IV, Tentrem, memberikan penjelasan terkait tugas yang diberikan melalui WhatsApp group. “Singkong merupakan bahan makanan yang dapat diolah menjadi makanan tradisional yang beraneka ragam. Makanan itu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Serangrejo, Kulwaru, Wates. Bahan-bahannya pun sangat mudah didapat, bahkan ada yang menanam sendiri di sawah maupun pekarangan,” ungkap Tentrem.

Sebanyak 15 anak antusias berkreasi membuat berbagai makanan tradisional. Hasilnya pun berbeda-beda, ada yang membuat gethuk, sawut, lemet, cemplon, dan lain-lain.

“Dari proses dan hasil olahan yang macam-macam ini, siswa diharapkan dapat belajar menghargai dan menghormati perbedaan. Anak juga dapat mengenal berbagai jenis olahan tradisional, serta melatih siswa untuk belajar mandiri dan kreatif sesuai dengan elemen pembelajaran abad 21,” imbuhnya.

Antusiasme siswa didukung baik oleh orangtua/wali yang mendampingi dan ikut berkolaborasi dalam pembuatan olahan singkong tersebut.  Dewi, salah satu orangtua siswa mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan pembelajaran ini. “Anak bisa aktif mengetahui dari proses pembuatan. Sehingga anak juga  menyukai makanan  yang dibuatnya  sendiri. Ternyata tidak kalah enak dengan jajanan ciki-ciki dan tentunya lebih menyehatkan,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala MI Muhammadiyah Serangrejo, Sumarsih. Ia sangat mendukung adanya inovasi dan kreativitas guru dalam mengemas kegiatan pembelajaran abad 21 di masa pandemi Covid-19 ini. Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat membangun semangat belajar siswa, sehingga siswa tidak merasa jenuh dan bosan  berada dirumah.

“Saya berharap akan ada lebih banyak lagi guru-guru kreatif dan inovatif guna mendukung terciptanya tujuan pendidikan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai karakter,” harapnya. (ttm/abi).

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

Tinggalkan Balasan