Temu Pegiat Literasi KPB Jogja, Bertabur Karya Guru Madrasah


Kulon Progo (Kankemenag) – Dua guru penulis madrasah, Didik Komaidi (MAN 1 Kulon Progo) dan Siwi Nurdiani (MTsN 4 Kulon Progo) ikuti temu pegiat literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo (30/6/2020).

Acara tersebut diinisiasi oleh Komunitas Peresensi Buku Jogjakarta (KPB Jogja) dalam acara kunjungan yang diselenggarakan di Aula Perpusda Kulon Progo. Acara yang menghadirkan tujuh pegiat dan penulis dari Kulon Progo tersebut diharapkan menjadi wahana untuk bersama menggiatkan literasi.

Drs. R. Agus Santosa,M.A. selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyambut baik adanya komunitas-komunitas yang ada di Kulon Progo khususnya. “Kami berharap bahwa pertemuan ini akan menghasilkan komunikasi produktif, yang akan memaksimalkan kegiatan literasi. Dengan kerjasama komunitas semacam ini, diharapkan akan lebih banyak lagi penulis di wilayahnya yang akan memperkaya konten-konten penulisan tentang Kulon Progo,” ucap Agus dalam sambutannya.

Komunitas Peresensi Buku (KPB) Jogjakarta yang diinisiasi oleh YB Margantoro, jurnalis SKH Bernas dan senior PWI, dalam kegiatan tersebut menyampaikan keinginannya untuk memaksimalkan potensi Perpustakaan Daerah sebagai sumber pendidikan. “Kami berharap dapat memaksimalkan kegiatan dalam acara yang akan digelar pada Hari Kunjung Perpustakaan di bulan September nanti. Kami akan melibatkan praktisi dan komunitas penulis di Kulon Progo untuk mengajak masyarakat berkunjung ke Perpustakaan. Yang dapat kita lakukan adalah memulai untuk mengajak ke perpustakaan. Karena Perpustakaan adalah jantungnya pendidikan,” jelas YB Margantoro yang juga mengapresiasi inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulon Progo dalam menyelenggarakan acara temu komunitas tersebut.

Dalam kesempatan itu, Didik Komaidi, M.Pd. menyampaikan apresiasi adanya kegiatan literasi itu. Ia pun berbagi pengalaman dalam proses panjang sebagai penulis. “Saya ingat pertama kali mengirimkan tulisan di Bernas dan harus merasakan ditolak berulang kali hingga akhirnya diterbitkan. Tapi saya tidak putus asa, terus menulis, karena menulis itu yang menempa mental kita. Saya juga banyak berproses menulis dari sastrawan Joni Ariadinata,” ungkap Didik Komaidi saat sesi bincang sesama peserta.

Ia pun mengisahkan pengalaman menjadi penulis sekaligus menjalankan penerbitan, Sabda Media. “Kuncinya adalah komunitas. Berteman dengan komunitas penulis membantu kita untuk mengobarkan semangat,” imbuhnya.

Selain Didik Komaidi, ada juga guru dan penulis novel, Siwi Nurdiani. “Saya salah satu murid di komunitas Lumbung Aksara. Pertama kali Komunitas yang kala itu diketuai Pak Marwanto, menghadirkan Gus Zainal Arifin Thoha. Beliau yang menginspirasi saya untuk menulis tentang Kulon Progo. Sehingga lahirlah dua novel dengan latar Kulon Progo. Novel pertama Sihir Negeri Pasir, tahun 2012, berlatar kisah penambangan pasir besi di Kulon Progo,” begitu kisah yang diungkapkan Siwi yang novel terakhirnya telah terbit, berjudul Gumam Tebing Menoreh. Ia pun berharap bahwa pertemuan komunitas ini akan menularkan sadar literasi di sekolah/madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya berkesempatan menyerahkan buku karya mereka kepada Kepala Dinas Perpustakaan Kulon Progo. Bahkan, Didik Komaidi menyerahkan puluhan judul buku karyanya.
“Semoga kerjasama yang baik antara para guru, komunitas penulis, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo ini dapat menjadi inisiasi positif untuk lahirnya penulis-penulis muda di Kulon Progo, dan siap mengangkat potensi daerahnya,” pungkas Siwi. (abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

14 tanggapan pada “Temu Pegiat Literasi KPB Jogja, Bertabur Karya Guru Madrasah”

  1. Salut buat B Siwi dkk, sukses selalu, menulis bahagia mottoku, semoga bisa mengikuti jejak bapak ibu semua

    1. Aamiin..salam semangat jg utk bu ida…sukses utk guru dan ortu teladan kita ini…
      Terima kasih tuk dukungan semua wali murid…

Tinggalkan Balasan