Penyaluran Bakat, Minat, dan Prestasi Lewat Pendidikan Seni di Madrasah Ibtidaiyah

Pendidikan kesenian merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan bakat dan minat siswa yang masih terpendam. Dalam pendidikan, ranah kognitif saja masih kurang untuk menunjang prestasi, namun afektif dan psikomotorik siswa juga perlu diasah. Tidak lupa pada ranah non akademik seperti kesenian yang mencakup seni tari, drama, maupun menyanyi. Setiap peserta didik memiliki bakat seni yang berbeda-beda, tinggal bagaimana kita sebagai pendidik berupaya untuk menyalurkan dan menfasilitasinya.

Dalam bidang kesenian di lingkungan MI Muhammadiyah Kenteng, Alhamdulillah peserta didik sangat antusias. Tidak jarang jika sudah waktunya jam pelajaran SBK di kelas masing-masing mereka selalu berupaya untuk menjadi yang lebih dulu tampil baik menggambar, membuat kerajinan, ataupun menari tradisional.

Berawal dari keinginan itulah pelajaran SBK di MI Muhammadiyah Kenteng dibuat jadwal sesuai porsinya, minggu pertama untuk menggambar, minggu kedua untuk praktik membuat kerajinan, minggu ketiga untuk praktik mengolah bahan makanan. Banyak peserta didik yang selalu menyampaikan pendapat mereka terkait kegiatan yang ingin mereka lakukan pada minggu depannya. Pada saat ini pula ,guru dan peserta didik berdiskusi dan membuat kelompok, kelompok di sini diharapkan agar peserta didik bisa bekerja sama dengan teman yang lainnya.
Seni budaya sudah ada sejak nenek moyang dahulu kala, maka perlu untuk kami perkenalkan dan diimplementasikan pada pembelajaran di Madrasah lewat ekstrakurikuler. Adapun di antaranya menggambar/mewarnai, tari tradisional, dan juga menyanyi. Secara realita di lapangan, banyak peserta didik sangat antusias di bidangnya masing-masing, sehingga dapat berprestasi di ajang perlombaan maupun kompetisi yang berkaitan dengan bidang kesenian.

Dalam bidang menari, karena kita masih dalam lingkup Kulon Progo, dan jenis kesenian yang paling terkenal dari daerah Kulon Progo sendiri adalah tari angguk, maka ekstrakurikuler utama adalah tari angguk, tari angguk dikreasikan agar lebih variatif namun tidak menghilangkan unsur aslinya. Selain tari angguk kita juga mengenalkan tari daerah atau tari dolanan untuk peserta didik.
Alhamdulillah untuk seni budaya bidang tari ini yang dulu awalnya hanya untuk mengenalkan tari tradisional pada peserta didik, MI Muhammadiyah Kenteng pernah dipercaya untuk membawakan kesenian di acara MUHAMMADIYAH JOGJA EKSPO (MJE) perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sentolo Kulon Progo yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2018. Selain itu juga pernah mengisi acara di lingkungan sekolah, seperti ikut memeriahkan merti desa, dan juga untuk acara sekolah maupun di luar sekolah serta mendapat juara I lomba kreasi tari tingkat Kabupaten Kulon Progo.

Melihat antusias dari peserta didik yang semangat untuk berkreasi di bidangnya, madrasah berupaya untuk menfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan peserta didik. Besar harapan kami kedepannya semoga peserta didik tetap terus semangat untuk mewujudkan apa yang mereka cita-citakan terutama dalam bidang kesenian. Sesuai dengan tujuan madrasah yaitu untuk mewujudkan madrasah yang berkarakter, berprestasi, dan berbudaya.

Penulis : Rita Febri Subarni
Guru SBK MI Muhammadiyah Kenteng

Tinggalkan Balasan