Menumbuhkan Rasa Cinta Terhadap Agama Lewat Pembelajaran PAI di Madrasah Ibtidaiyah

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah satu mata pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah untuk membentuk moral, akhlak, etika bagi peserta didik. Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah diharapkan bisa menjadi pondasi awal bagi peserta didik dengan harapan sejak kecil sudah tertanam akhlak mulia. Dewasa ini ilmu pengetahuan, kecanggihan teknologi mengalami perkembangan dan kemajuan pesat. Hal ini tentu sangat besar pengaruhnya terhadap sistem di madrasah. Salah satu tantangan di madrasah adalah bagaimana menghasilkan lulusan yang baik dan berkualitas yang akan menjadi contoh di masyarakat. Menghadapi tantangan tersebut guru memerlukan wawasan-wawasan yang cukup dan utuh tentang kegiatan belajar mengajar.

Di Madrasah Ibtidaiyah Pendidikan Agama Islam (PAI) terdiri dari tiga mata pelajaran yaitu: Akidah Akhlak, Fikih, dan Qur’an Hadis. Materi yang terdapat dalam tiga mata pelajaran tersebut menggunakan Kurikulum 2013 yang di dalamnya terdapat tiga aspek yaitu: sikap, pengetahuan dan keterampilan. Sikap: memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial serta alam di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain. Pengetahuan: memiliki pengetahuan factual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya. Keterampilan: memiliki kemampuan fikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.

Materi yang terdapat pada mata pelajaran Akidah Akhlak, Fikih, dan Qur’an Hadis kelas I, II, III sesuai dengan Kurikulum 2013 yaitu: Qur’an Hadis menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar. Akidah Akhlak menekankan pada kemampuan memahami keimanan dan keyakinan Islam sehingga memiliki keyakinan yang kokoh dan mampu mempertahankan keyakinan serta menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al Asma’ Al Husna. Akhlak menekankan pada pembiasaan untuk menerapkan dan menghiasi diri akhlak terpuji dan menjauhi serta menghindari diri dari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Fikih menekankan pada pemahaman yang benar mengenai ketentuan hukum dalam Islam serta kemampuan cara melaksanakan ibadah dan muamalah yang benar dan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan terutama untuk kelas I, II, III, khususnya di MI Muhammadiyah Kenteng kami menerapkan beberapa metode, strategi, model pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan sehingga jam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) ditunggu-tunggu oleh peserta didik. Kegiatan pembelajaran di MI Muhammadiyah Kenteng terutama pelajaran PAI kami menerapkan metode pembelajaran dengan cara: bernyanyi, bermain peran, bercerita, membuat karya, praktik langsung dan menggunakan media gambar atau video. Selain di dalam kelas tempat kegiatan belajar mengajar juga dilakukan di luar kelas, contohnya: Masjid, bawah pohon, dan lingkungan madrasah.

Penugasan pelajaran PAI selain dilaksanakan di madrasah juga dilaksanakan di rumah dengan pantauan guru. Hampir semua wali murid mengatakan bahwa dengan adanya tugas praktik ibadah yang dilakukan di rumah menjadikan anak lebih rajin beribadah dan melakukan banyak hal yang baik. Sebagai penghargaan guru memberikan reward sehingga peserta didik bertambah semangat dalam belajar baik di sekolah maupun di rumah. Langkah langkah tersebut kami lakukan dengan selalu mencari inovasi – inovasi terbaru sehingga terciptalah pembelajaran PAI yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.

Penulis: Teguh Cahyana, S.Pd.I.

(Guru PAI MI Muhammadiyah Kenteng, Sentolo, Kulon Progo)

Tinggalkan Balasan