Menteri Agama Apresiasi Inovasi MAN 2 Kulon Progo

Yogyakarta (MAN2KP) – Sungguh merupakan sebuah capaian yang membanggakan, inovasi MAN 2 Kulon Progo yang berjudul MAN de MOTEFA (Madrasah Aliyah Negeri dengan Modifiled Teaching Factory) berhasil masuk dalam jajaran TOP 99, setelah bersaing dengan 2.250 proposal yang lolos seleksi pada KIPP 2020. MAN de MOTEFA berupaya menciptakan madrasah technopreneur, yakni memiliki kemampuan dalam ilmu agama, ilmu umum, dan keterampilan berwirausaha. Menjawab kebutuhan Kabupaten Kulon Progo akan tersedianya Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berakhlak luhur.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan oleh MAN 2 Kulon Progo. Ini merupakan sumbangsih nyata bagi pendidikan Indonesia. Kami berharap ini juga dapat ditiru dan menjadi salah satu solusi bagi dunia pendidikan menengah atas di Indonesia,” tutur Menag dalam sesi presentasi dan wawancara yang digelar secara virtual, Senin (29/6/2020) pagi.

Sesi presentasi dan wawancara ini merupakan rangkaian penilaian yang dilakukan Kemenpan-RB selaku penyelenggara untuk mendapatkan Top 45 dan 5 pemenang oustanding KIPP 2020. Dalam sesi ini, Kemenpan RB melibatkan sembilan orang panelis independen yang diantaranya dari Mantan Wamen Pan-RB, Peneliti Senior LIPI, Mantan Pimpinan KPK, Ombudsman, Managing Director Grab, Ketua dan Mantan Ketua YLKI, Liputan 6 serta Presdir Metro TV.

Kepada Panelis, Menag Fachrul Razi menuturkan bahwa tidak semua anak beruntung bisa langsung melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Untuk itu MAN 2 Kulon Progo selain tetap melaksanakan kurikulum pendidikan umum madrasah aliyah sebagaimana seharusnya, juga telah menambahkan delapan jam kurikulum tatap muka bidang keterampilan yang dikelola secara profesional. “Hal ini diperkuat melalui kerjasama dengan berbagai pihak yang kompeten. Seperti pabrik-pabrik, Balai Latihan Kerja (BLK), industri rumah tangga, universitas/institut, dan sebagainya,” papar Menag.

Senada dengan Menag, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag Yogyakarta, Anita Isdarmini sebagai presenter utama mengungkapkan bahwa keberadaan MAN 2 Kulon Progo dengan program MAN de MOTEFA dapat membantu keresahan masyarakat sekitar. ”Ada lima kelas keterampilan yang melatih enterpreneurship siswa, yaitu desain komunikasi visual, tata busana, agrobisnis pengolahan hasil pertanian, tata boga, dan teknik audio-video,” jelasnya.

“Bahkan sejak tahun 2018, lulusan kami sudah ada yang bisa membuka lapangan kerja sendiri atau menjadi enterpreneur,” tutur Anita yang merupakan mantan Kepala MAN 2 Kulon Progo.

Dukungan Kanwil Kemenag DIY dan Kemenag sungguh luar biasa. Dari awal koordinasi untuk persiapan presentasi hingga pelaksanaannya. Edhi Gunawan, selaku Kakanwil Kemenag DIY memotivasi bahwa kegiatan ini merupakan amanah Kemenag dalam rangka mengikuti KIPP 2020. “Semua sudah diusahakan semaksimal mungkin. Apapun yang terjadi harus siap. Mengharap yang terbaik dari yang sudah dilakukan. Walau berat ini merupakan sebuah kepercayaan dari pusat dan tidak semua memperoleh kesempatan yang sama,” tutur Edhi sesaat sebelum presentasi dan wawancara dimulai secara virtual di ruang PTSP Kanwil Kemenag DIY yang disetting sedemikian rupa dengan melibatkan tenaga IT. (ast/abi)

Tinggalkan Balasan