Mangayubagya Jamaah Haji, Semua Kembali Utuh dan Sehat

Kulon Progo (Kankemenag) – Sejumlah 326 jama’ah haji dan 2 orang petugas TPHD dari Kabupaten Kulon Progo telah kembali ke bumi menoreh dengan utuh dan sehat.  Mereka diberangkatkan dalam 2 kloter yaitu kloter 29 SOC dan 97 SOC. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H. Ahmad Fauzi, S.H., saat menyampaikan laporan kepada Wakil Bupati dalam acara Magayubagya Jama’ah Haji yang diselenggarakan di Aula Adikarta, Gedungkaca Setda Kulon Progo, Selasa (1/10) pagi.

“Sejumlah 326 jama’ah haji dan 2 orang petugas TPHD dari Kabupaten Kulon Progo telah kembali ke ke bumi menoreh. Mereka diberangkatkan dalam 2 kloter yaitu kloter 29 SOC dan 97 SOC. Alhamdulillah semua kembali dalam keadaan utuh dan sehat wal afiat,” ungkap Fauzi.

Sementara Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedja dalam sambutan pengarahannya menyampaikan bahwa haji adalah ibadah yang langsung kepada Allah SWT. Doa yang dipanjatkan saat pemberangkatan juga terkabul. “Dulu waktu pemberangkatan kami berdoa agar seluruh jama’ah haji dari Kulon Progo dapat kembali dengan utuh. Alhamdulillah doa ini terkabul, semua dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat. Semoga kami mendapatkan barokahnya,” ucap Wabup.

“Sesuai data yang ada, bahwa tiap tahun jama’ah haji Kulon Progo terus meningkat. Ini menjadi parameter minat haji yang meningkat cukup signifikan. Umat Islam secara materi maupun keimanan juga meningkat,” tambahnya.

Pada akhir sambutannya Wabup berpesan kepada para jama’ah haji agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Para jama’ah haji agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tinggalkan perilaku yang kurang baik. Jama’ah haji agar selalu tampil aktif di masyarakat dalam berbangsa serta bernegara,” pinta Wabup Sutedja.

Sedangkan wakil jama’ah haji, H. Subintomo mengaku sangat bersyukur karena jama’ah haji tahun 2019 dapat ikhlas dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah baik wajib, rukun dan sunnahnya. “Kami tinggal sangat dekat dengan Masjidil Haram, hanya sekitar 20 menit dengan berjalan kaki. Sehingga kami bisa selalu shalat jama’ah di sana. Memang saat di Arafah terjadi hujan deras dan petir. Tetapi kami berada di dalam tenda, tidak boleh keluar. Jadi kami aman, tidak tahu kalau ada banjir. Saat kami keluar jalan sudah bersih dari air,” ungkapnya.

“Selanjutnya, para jama’ah haji secara otomatis menjadi anggota Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI). Mohon semua ikut aktif di kegiatan IPHI kecamatan masing-masing,” pungkasnya. (abi)

Tinggalkan Balasan