Buka Bimtek Media Pembelajaran, Kakan Ahmad Fauzi Kaitkan PPK dan Tiga Mantra

Kulon Progo (Kankemenag) – Bimtek media pembelajaran menjadi salah satu upaya mewujudkan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Tiga Mantra Kementerian Agama sangat besar kaitannya dengan Bimtek PKB terutama bagi Guru Agama Islam. Kepala Kankemenag Kulon Progo, H. Ahmad Fauzi, S.H., mengungkapkan hal itu saat membuka Bimtek Media Pembelajaran bagi Guru Agama Islam SMA se-Kulon Progo yang berlangsung di Aula Riptaloka kantor setempat, Rabu (30/10) pagi.

“Bimtek ini menjadi salah satu upaya mewujudkan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi guru. Di Kulon Progo sudah ada Peraturan Daerah (Perda) tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang ternyata selaras dengan Tiga Mantra Kementerian Agama,” tegasnya.

“PPK yang meliputi religiusitas, nasionalisme dan kemataraman. Sedangkan Tiga Mantra terkait moderasi beragama, kebersamaan umat dan integrasi data. Dalam implementasinya ternyata kedua hal ini sangat berkaitan dan saling mendukung,” imbuh Kakan.

Selain itu Fauzi juga menyinggung TLHP dari Inspektorat tentang audit kinerja. “Guru-guru dalam kenaikan pangkatnya kebanyakan mentok di golongan IVa. Salah satu kendala yang banyak dihadapi para guru terkait karya tulis yang harus dipublish. Tentu bimtek ini akan sangat bermanfaat untuk mancari solusi dari permasalahan ini,” terang Kakan yang mengaku sudah mutasi 13 kali, namun belum pernah secara langsung menangani masalah pendidikan ini.

Sementara itu Pengawas PAI tingkat SMA, Drs. Ahmad Janadi, MSI., mengutarakan bahwa guru harus selalu mengembangkan kemampuan dirinya. “Salah satu fungsi dari adanya sertifikasi adalah untuk pengembangan diri. Tuntuntan sekarang, setiap guru harus bisa memanfaatkan Teknologi Informasi untuk mengembangkan bahan pendidikan agama Islam,” ucap Janadi.

Sedangkan Ketua MGMP PAI SMA Kulon Progo yang juga guru PAI SMAN 1 Wates, Suharto berharap agar dengan Bimtek tersebut dapat meningkatkan kualitas guru. Sehingga materi yang disampaikan dapat lebih menarik dan mudah diterima oleh peserta didik.  (abi)

Tinggalkan Balasan